Penebangan Pohon Dijantung Kota Sumenep, Tuai Kecaman
Sumenep-, Tepatnya di Jl. Dipenogoro merupakan jalan protokol Provinsi, penebangan dua pohon mencuri perhatian masyarakat Kecamatan Kota Sumenep. Pasalnya penebangan tersebut merupakan kepentingan pribadi perseorangan, yang mana pohon merupakan upaya penghijauan yang secara terus menerus dijaga oleh pemerintah.
" itu kan karena ada toko yang mau buka, tapi apakah sepadan dengan memotong habis dua pohon tersebut, jangan karena kepentingan pribadi dan mereka bayar, lalu mengorbankan keseimbangan alam, itu sangat melanggar dan bahkan merupakan perbuatan kejahatan ", ungkap Nur Rahmat, Aktivis Anti Korupsi Sumenep.
Penebangan 2 pohon dijantung kota Sumenep, tuai kecaman warga
- -
Lebih lanjut Nur Rahmat juga menjelaskan bahwa kasus tersebut akan menjadi presedent buruk dan akan dicontoh oleh masyarakat yang lain, karena menurutnya jika terkait kepentingan pribadi, para oknum pemerintahan dapat berpraktik sesuka hati, maka menurutnya itu sama saja mempersilahkan warga yang lain untuk melakukan pelanggaran yang sama.
" itu harus dipertanggungjawabkan, itu sama saja merusak lingkungan hidup, konsekwensinya berat, karena alam sudah dirusak dan pohon tersebut tidak dapat disambung atau diperbaiki lagi, jangan karena bayar maka mengabaikan peraturan ", singgung Nur Rahmat.
Terakhir Nur Rahmat menyampaikan bahwa dilingkungan penebangan pohon di Kelurahan Karangduwak Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep tersebut merupakan area pertokoan, " semoga saja yang lain tidak ikut-ikutan membayar untuk menebang pohon, karena dianggap menutupi dagangan mereka ", pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Arif Susanto tidak dapat dimintai keterangan terkait persoalan ini, lantaran telephone selulernya tidak merespon, yang merupakan upaya mengkonfirmasi persoalan tersebut.