Tahfidz Al-Qur’an Tak Sekadar Hafalan, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Generasi Berakhlak dan Berkarakter
- Firman Rusady
Sumenep – Program tahfidz Al-Qur’an terus berkembang sebagai salah satu model pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi generasi muda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, KH Abdul Wasid, M.Pd.I., mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas dan memiliki landasan moral yang kuat.
Menurutnya, seorang penghafal Al-Qur’an tidak hanya dituntut mampu menjaga hafalannya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
"Tujuan utama tahfidz bukan hanya banyaknya hafalan yang dimiliki, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam sikap, perilaku, dan akhlak anak," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses menghafal Al-Qur’an melatih kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun generasi yang siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pendidikan berbasis Al-Qur’an dinilai mampu menjadi penyeimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Karena itu, program tahfidz perlu mendapatkan dukungan dari keluarga, madrasah, maupun masyarakat.
KH. Abdul Wasid juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an. Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah mencintai Al-Qur’an apabila melihat kebiasaan yang sama diterapkan di lingkungan keluarga.
"Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua dekat dengan Al-Qur’an, maka anak pun akan tumbuh dengan kecintaan yang sama," katanya.
Ia berharap semakin banyak lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, santun, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi yang digelar MIN 1 Sumenep di Aula Al-Ikhlas. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap capaian para siswa dalam proses belajar dan menghafal Al-Qur’an sekaligus momentum memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.